Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Biskuit Ikan Patin Tempe dalam Pencegahan Stunting pada Balita Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Nyongan Kabupaten Muaro Jambi

Authors

  • Aisah Aisah Universitas Baiturrahim
  • Kasyani Kasyani Universitas Jambi
  • Tuhu Perwitasari Universitas Baiturrahim
  • Suci Rahmani Nurita Universitas Baiturrahim

DOI:

https://doi.org/10.36565/jab.v15i1.1025

Keywords:

patin fish, tempeh, toddler stunting

Abstract

Stunting is a disorder of child growth and development due to chronic malnutrition and repeated infections, which is characterized by length or height below the standards set by the Ministry of Health. Providing Supplementary Food to meet the nutritional adequacy of toddlers by providing additional food for toddlers, and not to replace the toddler's daily main food. The purpose of this study was to see the effect of giving catfish biscuits to prevent stunting in SAD toddlers in Nyogan Village. The research design used in this study was a Quasi Experiment with a Pretest - Posttest research design to see the difference in nutritional status of toddlers before and after being given catfish biscuits, this study was conducted from April to November 2024 in Nyogan Village, the research sample was all SAD toddlers in Nyogan Village. The results of the statistical test in the intervention group obtained a p value = 0.000, it can be concluded that there is a difference between the nutritional status of toddlers in the first and second measurements. The results of the statistical test in the control group obtained a p value = 0.125, it can be concluded that there is no difference between the nutritional status of toddlers in the first and second measurements. The conclusion is that giving catfish biscuits can improve the nutritional status of SAD toddlers in Nyogan Village

References

Angraini. S, Merita, Aisah,, (2019) Hubungan lama pemberian asi dan berat lahir dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Siulak Mukai Kabupaten Kerinci Tahun 2019. Jurnal Akademika Baiturrahim e ISSN 2654-2552 Vol.8. No 2, September 2019

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonsia; 2021.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonsia; 2022.

Beck, Cheryl Tatano; Polit, D. F., (2020). Essentials of Nutrition Research: Appraising Evidence for Nutrition Practice (Nineth). Philadelphia: Wolters Kluwer

Burhani et al., (2016). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dan Tingkat Ekonomi Keluarga Nelayan dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Air Tawar Barat Kota Padang, September 2016, Jurnal Kesehatan Andalas 5(3)

Haris. A, et al., (2019). Determinnan Kejadian Stunting dan Underweight Pada Balita Suku Anak Dalam di Desa Nyogam Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Jambi (JKMJ) Vol. 3 No. 1 September 2019

Hartono, et al, 2017. Hubungan perilaku Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga dengan status gizi balita usia 24-59 bulan. Jurnal Gizi Indonesia. The Indonesian Journal of Nutrition, vol. 5, no. 2, pp. 88-97.

Kementrian kesehatan RI Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2019. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar 2018.

Meilasari N, Adisasmito W (2024). Upaya Percepatan Penurunan Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pangan Lokal : Systematic Review. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. MPPKI (Maret, 2024)

Puspitasari.A, et al (2019). Skrining Status Gizi Anak Sekolah Dasar Komunitas Suku Anak Dalam Di Desa Nyogan, Muaro Jambi. MEDIC, Volume 4, nomor 1, April 2021, Hal: 140-145

Saefullah et al (2023). Upaya Pencegahan Stunting Melalui Pemanfaatan Pangan Lokal Di Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau. Abdimas awing Long , Volume 6, Nomor 2, Juni 2023

Tamam. B, 2022. Tempe: Pangan Lokal Unggul (Superfood)Khasanah Budaya Bangsa. Jurnal.bsmi

Wiyono, S. et al. (2023). Suplementasi Makanan Tambahan Tinggi Protein Hewani, Kalsium Dan Zinc Pada Anak Umur 6-24 Bulan Sebagai Upaya Peningkatan Panjang Badan Anak . Makasar: Jurusan Gizi

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles